Surat Rindu Untuk Masa Kecil
Oleh: Hanif Maulana*
Hai, apa kabar dirimu yang sudah menginjak usia 20-an? Masih adakah teman-teman masa kecilmu yang membersamai? Atau sudah lama tidak saling sapa.
Iya, semuanya sudah berubah. Setiap orang memiliki cita-cita masing-masing yang harus diperjuangkan. Kehidupan masa kecil kita mungkin sama, namun masa depan belum tentu. Masih ingatkah kamu, dulu kita sama-sama bermain petak umpet di samping halaman rumah, kejar-kejaran bola di lapangan, yang kini telah berubah menjadi komplek perumahan. Sebungkus plastik berisi kartu anime yang dipertaruhkan di atas balai ngaji. Segenggam kelereng yang dimainkan mengunakan jari telunjuk ataupun jari tengah. Petasan kembang api yang dibakar dan mengusik ketenangan tetangga sekitar.
Hai, lupakah kamu masa-masa latihan tentara, tembak-tembakan mainan peluru yang menggangu pejalan, sepeda motor, dan becak. Seakan kamu adalah seorang mujahidin.
Ah, masih banyak lagi mainan dan kenangan masih kecil yang masih terngiang di benakku saat ini. Kenapa itu semua berlalu begitu cepat? Duhai kawan, siapa yang ada menyimpan foto atau video saat kita sedang bermain hujan di tengah lapangan? Mengambil segenggam tanah liat kemudian melemparkannya ke arah kepala teman. Rasanya saat itu kita belum mengenal apa itu handphone, oleh karenanya hubungan kita begitu akrab.
Benar, bukan saatnya untuk menghabiskan waktu mengenang masa lalu. Namun, setidaknya kita pernah sebahagia itu dahulu. Sekarang, dunia sudah benar-benar berubah. Semua telah disibukkan dengan dunia maya-nya masing-masing. Seakan orang di dalam handphone itu lebih berharga daripada orang yang berada di samping.
Kamu sekarang sibuk ya? Bahkan untuk sekedar memberi kabar saja tidak sempat. Tidak apa-apa kok, bisa dimaklumi. Yang penting kamu sehat selalu ya.
Kemanapun dunia membawamu, jangan pernah lupa, bahwa kita pernah bersama. Semoga kelak kita dipertemukan lagi oleh Tuhan, baik itu di saat acara pernikahan maupun di masa tua nantinya. Tetap semangat ya, nanti kita ceritakan semua kenangan masa kecil kepada anak-anak, agar mereka tahu betapa nikmatnya kehidupan dahulu, sebelum mengenal apa itu gadget. Sekian, salam rindu dariku dan selamat lebaran![]
*Penulis merupakan Mahasiwa tingkat IIi Fakultas Ushuluddin, Jurusan Ilmu Hadis, Universitas Al-Azhar, Kairo.
Editor : Hafizul Aziz
Posting Komentar